Minggu, 23 Oktober 2016

Petualangan Bersama MIXER TRISONIC T1505


Akhirnya bisa megang laptop lagi, ngetik lagi setelah beberapa hari ini energi difokuskan dulu mengatasi si kecil yang mendadak suka tantrum dan ternyata berbarengan dengan masuk fase egosentris. Nanti akan saya post tersendiri bahasan tentang tantrum dan egosentris. Untuk kali ini yang mau saya share bahasan yang ringan – ringan saja dulu sembari merilekskan ketegangan beberapa hari ini hehehe.

Di postingan kali ini saya akan me-review mixer 18K yang saya dapatkan secara meggembirakan :)) Postingan tentang Mixer 18K bisa dibaca di halaman sebelumnya :).

Setelah Mixer TRISONIC T1505 ini mendarat dengan selamat di rumah, langsung deh dilakukan uji coba apakah mixer beneran berfungsi atau tidak. Karena dilihat sekilas rada was was dengan kekokohan mixer ini. Pas diraba bagian dudukannya ini bahannya seperti plastik mainan dan ringan banget. Sudah ngebayangin gimana kalau pas digunakan, dudukannya bisa geser-geser sendiri, kan serem ya. Ditambah tulisan pada kemasannya ada yang typo, jadi sempat terlintas ini beneran bisa digunakan atau tidak. Kalau untuk Mixer nya sendiri bahan luarnya lumayan sih, bahanya beneran dan bukan seperti plastik mainan xixix belepotan bahasanya. Mangkoknya juga lumayan tebel. Nah untuk menjawab rasa penasaran saya terhadap mixer ini maka saya coba nyalakan terleih dahulu, apakah mesin ini nyala atau tidak. Dan Alhamdulillah nyala. Jadi sedikit mereda kekuatiran saya. Lalu dilakukan uji coba dengan membuat kue. Untuk melihat apakah mixer ini bisa bekerja sesuai fugsinya atau tidak. Uji cobanya kali ini adalah membuat brownies kukus ketan hitam. Dan karena masih uji coba jadi saya beli tepung yang instan saja merk Pondan. Jadi gak perlu repot menakar secara belum punya timbangan xixixi dan keuntungannya adalah dengan tepung instan maka tidak ada bahan yang tersisa hehehe, dan tentu saja lebih hemat.

Baru pertama ini bikin kue menggunakan mixer, jadi benar – benar bingung. Paling bingung sewaktu akan menegakan dudukannya. Nyari tombolnya gak ketemu – ketemu, baca buku manualnya juga makin bingung kwkwk.. antara takut mau menekan sama takut kalau - kalau salah tekan malah jadi patah. Setelah cukup berkeringat mencari – cari akhirnya ketemu juga cara untuk menegakkan dudukannya. Ternyata caranya enggak serumit nyari jodoh hahha... *piss mblo :D

Mixer sudah terpasang, dudukan sudah tegak, tinggal memasang kait pengaduknya dan tinggal dimasukan ke dalam lobang bawah mixer sampai terdengar bunyi “klek” berarti kait pengaduk sudah berhasil terpasang. Here we go... siap membuat brownies!! :D :D

Pertama-tama masukan telur lalu nyalakan mixer di level 1 atau lambat lalu secara bertahap saya naikan ke level 5. Mixer TRISONIC ini ada 5 level kecepatan yang masing – masing digunakan sesuai dengan bahan yang akan dimix. Seperti yang tertulis pada buku manual nya, kegunaan tiap level adalah sebagai berikut :

Level 1 / Lambat : Untuk kombinasi cairan, kelipatan dalam bahan – bahan kering; Putih telur dan susu kental; Campuran adonan.
Level 2 / Rendah : Untuk mengolah saus, kuah puding
Level 3 / Sedang : Untuk mengolah campuran adonan
Level 4 / Biasa : Untuk adona kental dan gula, membuat campuran biskuit, campuran bolu dan lapisan gula
Level 5/ Tertinggi : Untuk campuran halus, kental; pengocok telur (putih, keseluruhan dan menghancurkan kentang)

saya memang agak bingung dengan keterangan yang tertulis di buku manualnya, karena bahasanya kurang bisa saya pahami atau mungkin karena saya yang awam dalam dunia permixeran xixixi.. jadi kalau ada yang senasib dengan saya, bingung memahami keterangannya, jangan tanyakan kepada saya ya tapi cukup pahami dengan pemahaman masing – masing xixixi..
Oke lanjut membuat browniesnya ya, setelah telur tercampur kemudian saya masukan tepung instan browies ketan hitam, premiks, dan santan. Lalu nyalakan lagi mixer secara bertahap dari level 1 ke posisi level 5 selama waktu yang tertera dalam petunjuk resep. Selama mixer beroperasi ini saya jagain sesekali saya pegangin, karena saya takut dudukan bergeser dan mixer jatuh ^_^ ini hanya ketakutan saya kayaknya ixixix... Jagain mixer sama menegangkannya dengan jagain hati kamu, iya kamu..eaaa xixixi... #jangan baper mblo ^_^

Oke adonan sudah jadi, turunkan kecepatan secara bertahap hingga posisi level 0 atau off. Demi keamanan, matikan arus listriknya dulu baru tekan tombol untuk melepaskan kait pengaduknya. Bersihka kait pengaduk lalu tuang adonan ke dalam loyang. Saya menggunakan loyang yang berlapis alumunium foil. Setelah adonan tertuang semua, kukus adonan sampai matang. 1 bungkus tepung instan brownies kukus ketan hitam ini jadi 3 loyang dengan ukuran seperti pada gambar.(Gak ngukur soalnya, sedangkan loyangnya udah saya buang ^_^).

Setelah beberapa saat mengukus, saya buka tutup panci kukusan, dan taraaaa !! emeijing... browniesnya jadi loh.. keren deh ahhaha *muji diri sendiri saking girangnya uji coba berhasil xixiix .. Pas dicobain hmmmm manisnya pas dan lembutnya seperti kasih ibu *lebay kumat kwkkwkw . Meski menggunakan tepung instan tapi jika pada saat menambahkan bahan tambahan tidak pas maka bisa mengacaukan hasilnya. Atau jika proses mix nya tidak sesuai juga bisa membuat hasil berantakan. Jadi membuat kue ini beda dengan memasak. Kalau memasak, saya bisa memberi bumbu sesuai selera dan sesuai “feeling” biasanya. Tapi kalau membuat kue ini saya harus tunduk dengan instruksi resep supaya hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Dan Mixer TRISONIC T1505 ini sangat membantu saya yang masih awam ini, bisa membuat kue sendiri. Meski harga ekonomis, dan penampakan yang agak bikin was - was tapi hasil mix nya tetap manis loh. Soal keawetan bagaimana? Kalau keawetan saya rasa tergantung dari pemakaian masing – masing ya. Karena tiap produk di desain sesuai dengan tujuannya. Untuk mixer TRISONIC T1505 kalau untuk pemakaian ringan dan untuk keperluan rumah tangga atau untuk pemula, sudah sangat membantu. Harga Mixer ini di pasaran variatif berkisar di angka 118ribuan, 119ribuan atau lebih tapi setahu saya enggak jauh jauh banget dengan angka tersebut. 

Ohya uji coba berikutnya saya gunakan mixer ini untuk membuat bolu kukus, dan karena saya juga masih pemula bikin kue jadi saya tetap beli tepung instan lagi xixiix. Untuk bolu kukus saya gunakan tepung instan merk Chesa. Dan hasilnya pun menggembiarakan, jadi 22 cup bolu kukus, sampai dibagi ke tetangga :). Selang 1 minggu saya gunakan mixer ini untuk membuat ice cream. Saya gunakan bubuk ice cream siap pakai merk Pondan. Nah pada saat uji coba ice cream ini saya juga was was, karena disitu tertulis bahan dimix dengan kecepatan tinggi selama 5-10 menit. Waduh lumayan lama ya 10 menit non stop, takut mixernya kenapa-kenapa. Tapi Alhamdulillah mixer tetap tampil prima meski bekerja selama 10 menit di kecepatan tinggi. Jadi karena sudah ada mixer, sekarang tinggal memperdalam ilmu membuat kue – kue sederhana untuk camilan di rumah, dan dibagi dengan tetangga.. mau dibagi kue juga? Jadi tetangga saya yuk.. xixiixx


                                               Penampakan saat masih terbungkus rapi
foto, doc. pribadi


 

Saat sudah dibuka. Cakep kan setelah Mixer nangkring di dudukannya heheh...
ohya ada tulisan yang robek di pegangannya, awalnya
 mikir apa barang rijek? Tapi Mixer tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi kembali mikir positif saja, mungkin itu gak sengaja kesobek hehe.


 Kelengkapan Mixer ada 2 pengocok, 2 kait adukan dan 1 solet plastik


Performa Mixer Trisonic T1505
 


Taraaaa.... hmmm... mau mau mau??? hehehe foto ice creamnya ketinggalan di hape, enggak ke copy hehe   













Tidak ada komentar:

Posting Komentar