Minggu, 23 Oktober 2016

Berkreasi ala Mario Bros ^_^


Selama ini kalau mau ngetik di lepi selalu rada repot nyiapin meja dulu (adanya meja lipat hehe), atur kabel colokan, gelar karpet trus duduk lesehan. Demikian juga kalau mau ngeprint. Keluarin dulu printer dari tempat penyimpanan lalu atur atur posisi printer, kabel, dan colokannya. Setelah selesai semua maka perabotan tadi disimpan kembali. Sekali sekali gak repot sih, tapi kalau frekuensinya sudah sering dan mendadak ingin menggunakan laptop dan printer jadi baru krasa deh kerepotannya heheh.. so jadi kepikiran nih butuh meja buat printer dan laptop supaya bisa stand by. Jadi disaat dibutuhkan tinggal plug in saja colokannya. udah lebih efisien kan jadinya hehe..

Beli meja adalah alternatif kesekian karena untuk mencari yang sesuai dengan kebutuhan dan pas ukurannya untuk ruangan rumah mungil kami, rada susah.. Jadi solusinya adalah membuat meja sendiri!! Tentu bukan saya yang membuat.. suami donk ahahhah *sorak kegirangan ^_^

Sempet keder juga suami, bisa ga ya mejanya jadi.. dan saya seperti biasa mengobarkan semangat '45.
 "Bisa bisa, Yah!" "Kita bikin rancangannya dulu, ukur-ukur, itung bahan, beli, potong-potong, rakit, Jadi deh" ahahhah...... ya iyalah jadi tinggal ngomong doang kan wkkwkwk

 Pipa pipa entah berapa ukurannya.. hahaha karena saya hanya sumbang ide di bagian rancangan saja. Bagian mengukur, beli bahan, dan segala proses dkerjakan suami xixixii

 Elbo, T ... ini lumayan harganya @6000 x berapa banyak tuh .. itung sendiri ya xixiix
 Ini tanpa merk. kalau yang ada merk itu harganya @10.000.

Papan Multiplex, untuk bagian atasnya


Setelah dua hari jadi tukang meja, Alhamdulillah jadi juga mejanya xixixi, thanks, Cinta! heheh

Bikin mejanya gak bisa sehari selesai, karena pas mau pasang papannya itu, skrupnya kurang panjang, jadinya tertunda deh. Mau beli skrup yang sesuai ukuran juga hari sudah sore, sudah pada tutup. Akhirnya pembuatan meja pipa diselesaikan di hari ke dua. Bagian atas papan biar lebih cantik dikasih alas bunga - bunga. Dan setiap rangkaian pipa diberi lem PVC, supaya kuat dan kokoh hehehe...

Alhamdulillah sekarang kalau mau pakai leptop dan printer sudah lebih efisien, gak kerepotan lagi. tinggal plug in and play ... yihaaaaa :D :D :D
Petualangan Bersama MIXER TRISONIC T1505


Akhirnya bisa megang laptop lagi, ngetik lagi setelah beberapa hari ini energi difokuskan dulu mengatasi si kecil yang mendadak suka tantrum dan ternyata berbarengan dengan masuk fase egosentris. Nanti akan saya post tersendiri bahasan tentang tantrum dan egosentris. Untuk kali ini yang mau saya share bahasan yang ringan – ringan saja dulu sembari merilekskan ketegangan beberapa hari ini hehehe.

Di postingan kali ini saya akan me-review mixer 18K yang saya dapatkan secara meggembirakan :)) Postingan tentang Mixer 18K bisa dibaca di halaman sebelumnya :).

Setelah Mixer TRISONIC T1505 ini mendarat dengan selamat di rumah, langsung deh dilakukan uji coba apakah mixer beneran berfungsi atau tidak. Karena dilihat sekilas rada was was dengan kekokohan mixer ini. Pas diraba bagian dudukannya ini bahannya seperti plastik mainan dan ringan banget. Sudah ngebayangin gimana kalau pas digunakan, dudukannya bisa geser-geser sendiri, kan serem ya. Ditambah tulisan pada kemasannya ada yang typo, jadi sempat terlintas ini beneran bisa digunakan atau tidak. Kalau untuk Mixer nya sendiri bahan luarnya lumayan sih, bahanya beneran dan bukan seperti plastik mainan xixix belepotan bahasanya. Mangkoknya juga lumayan tebel. Nah untuk menjawab rasa penasaran saya terhadap mixer ini maka saya coba nyalakan terleih dahulu, apakah mesin ini nyala atau tidak. Dan Alhamdulillah nyala. Jadi sedikit mereda kekuatiran saya. Lalu dilakukan uji coba dengan membuat kue. Untuk melihat apakah mixer ini bisa bekerja sesuai fugsinya atau tidak. Uji cobanya kali ini adalah membuat brownies kukus ketan hitam. Dan karena masih uji coba jadi saya beli tepung yang instan saja merk Pondan. Jadi gak perlu repot menakar secara belum punya timbangan xixixi dan keuntungannya adalah dengan tepung instan maka tidak ada bahan yang tersisa hehehe, dan tentu saja lebih hemat.

Baru pertama ini bikin kue menggunakan mixer, jadi benar – benar bingung. Paling bingung sewaktu akan menegakan dudukannya. Nyari tombolnya gak ketemu – ketemu, baca buku manualnya juga makin bingung kwkwk.. antara takut mau menekan sama takut kalau - kalau salah tekan malah jadi patah. Setelah cukup berkeringat mencari – cari akhirnya ketemu juga cara untuk menegakkan dudukannya. Ternyata caranya enggak serumit nyari jodoh hahha... *piss mblo :D

Mixer sudah terpasang, dudukan sudah tegak, tinggal memasang kait pengaduknya dan tinggal dimasukan ke dalam lobang bawah mixer sampai terdengar bunyi “klek” berarti kait pengaduk sudah berhasil terpasang. Here we go... siap membuat brownies!! :D :D

Pertama-tama masukan telur lalu nyalakan mixer di level 1 atau lambat lalu secara bertahap saya naikan ke level 5. Mixer TRISONIC ini ada 5 level kecepatan yang masing – masing digunakan sesuai dengan bahan yang akan dimix. Seperti yang tertulis pada buku manual nya, kegunaan tiap level adalah sebagai berikut :

Level 1 / Lambat : Untuk kombinasi cairan, kelipatan dalam bahan – bahan kering; Putih telur dan susu kental; Campuran adonan.
Level 2 / Rendah : Untuk mengolah saus, kuah puding
Level 3 / Sedang : Untuk mengolah campuran adonan
Level 4 / Biasa : Untuk adona kental dan gula, membuat campuran biskuit, campuran bolu dan lapisan gula
Level 5/ Tertinggi : Untuk campuran halus, kental; pengocok telur (putih, keseluruhan dan menghancurkan kentang)

saya memang agak bingung dengan keterangan yang tertulis di buku manualnya, karena bahasanya kurang bisa saya pahami atau mungkin karena saya yang awam dalam dunia permixeran xixixi.. jadi kalau ada yang senasib dengan saya, bingung memahami keterangannya, jangan tanyakan kepada saya ya tapi cukup pahami dengan pemahaman masing – masing xixixi..
Oke lanjut membuat browniesnya ya, setelah telur tercampur kemudian saya masukan tepung instan browies ketan hitam, premiks, dan santan. Lalu nyalakan lagi mixer secara bertahap dari level 1 ke posisi level 5 selama waktu yang tertera dalam petunjuk resep. Selama mixer beroperasi ini saya jagain sesekali saya pegangin, karena saya takut dudukan bergeser dan mixer jatuh ^_^ ini hanya ketakutan saya kayaknya ixixix... Jagain mixer sama menegangkannya dengan jagain hati kamu, iya kamu..eaaa xixixi... #jangan baper mblo ^_^

Oke adonan sudah jadi, turunkan kecepatan secara bertahap hingga posisi level 0 atau off. Demi keamanan, matikan arus listriknya dulu baru tekan tombol untuk melepaskan kait pengaduknya. Bersihka kait pengaduk lalu tuang adonan ke dalam loyang. Saya menggunakan loyang yang berlapis alumunium foil. Setelah adonan tertuang semua, kukus adonan sampai matang. 1 bungkus tepung instan brownies kukus ketan hitam ini jadi 3 loyang dengan ukuran seperti pada gambar.(Gak ngukur soalnya, sedangkan loyangnya udah saya buang ^_^).

Setelah beberapa saat mengukus, saya buka tutup panci kukusan, dan taraaaa !! emeijing... browniesnya jadi loh.. keren deh ahhaha *muji diri sendiri saking girangnya uji coba berhasil xixiix .. Pas dicobain hmmmm manisnya pas dan lembutnya seperti kasih ibu *lebay kumat kwkkwkw . Meski menggunakan tepung instan tapi jika pada saat menambahkan bahan tambahan tidak pas maka bisa mengacaukan hasilnya. Atau jika proses mix nya tidak sesuai juga bisa membuat hasil berantakan. Jadi membuat kue ini beda dengan memasak. Kalau memasak, saya bisa memberi bumbu sesuai selera dan sesuai “feeling” biasanya. Tapi kalau membuat kue ini saya harus tunduk dengan instruksi resep supaya hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Dan Mixer TRISONIC T1505 ini sangat membantu saya yang masih awam ini, bisa membuat kue sendiri. Meski harga ekonomis, dan penampakan yang agak bikin was - was tapi hasil mix nya tetap manis loh. Soal keawetan bagaimana? Kalau keawetan saya rasa tergantung dari pemakaian masing – masing ya. Karena tiap produk di desain sesuai dengan tujuannya. Untuk mixer TRISONIC T1505 kalau untuk pemakaian ringan dan untuk keperluan rumah tangga atau untuk pemula, sudah sangat membantu. Harga Mixer ini di pasaran variatif berkisar di angka 118ribuan, 119ribuan atau lebih tapi setahu saya enggak jauh jauh banget dengan angka tersebut. 

Ohya uji coba berikutnya saya gunakan mixer ini untuk membuat bolu kukus, dan karena saya juga masih pemula bikin kue jadi saya tetap beli tepung instan lagi xixiix. Untuk bolu kukus saya gunakan tepung instan merk Chesa. Dan hasilnya pun menggembiarakan, jadi 22 cup bolu kukus, sampai dibagi ke tetangga :). Selang 1 minggu saya gunakan mixer ini untuk membuat ice cream. Saya gunakan bubuk ice cream siap pakai merk Pondan. Nah pada saat uji coba ice cream ini saya juga was was, karena disitu tertulis bahan dimix dengan kecepatan tinggi selama 5-10 menit. Waduh lumayan lama ya 10 menit non stop, takut mixernya kenapa-kenapa. Tapi Alhamdulillah mixer tetap tampil prima meski bekerja selama 10 menit di kecepatan tinggi. Jadi karena sudah ada mixer, sekarang tinggal memperdalam ilmu membuat kue – kue sederhana untuk camilan di rumah, dan dibagi dengan tetangga.. mau dibagi kue juga? Jadi tetangga saya yuk.. xixiixx


                                               Penampakan saat masih terbungkus rapi
foto, doc. pribadi


 

Saat sudah dibuka. Cakep kan setelah Mixer nangkring di dudukannya heheh...
ohya ada tulisan yang robek di pegangannya, awalnya
 mikir apa barang rijek? Tapi Mixer tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi kembali mikir positif saja, mungkin itu gak sengaja kesobek hehe.


 Kelengkapan Mixer ada 2 pengocok, 2 kait adukan dan 1 solet plastik


Performa Mixer Trisonic T1505
 


Taraaaa.... hmmm... mau mau mau??? hehehe foto ice creamnya ketinggalan di hape, enggak ke copy hehe   













Sabtu, 01 Oktober 2016

MIXER 18K

Sejak punya anak, aku memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga saja. Mengubur keinginan untuk kerja kantoran, karena gak tega kalau harus menitipkan anak kepada orang lain. Apalagi hidup di rantau , jauh dari sanak saudara. Hiks beneran gak tega mesti menitipkan anak. Dan sejak memutuskan jadi ibu rumah tangga rasanya pengen bisa total dalam ngurus rumah dan keluarga hehe, jadi pengen ningkatin ketrampilan diri nih biar krasa totalitasnya xixixi... kayak yang kerja kantoran gitu, pada ningkatin ketrampilan diri dengan ikutan seminar atawa pelatihan ini itu hehehe. Dan salah satu ketrampilan yang ingin aku upgrade adalah ketrampilan membuat kue. Anak aku suka banget makan kue, roti tart, brownies, dan sejenisnya. Untuk mendukung ketrampilan membuat kue, mesti didukung dengan alat yang memadai kan. Nah MIXER! Iya aku pengen punya mixer. Selama ini kalau bikin kue, adonannya aku blender :D trus jadi? ya jadi sih .. tapi masih asal jadi wkwkwk

Gak hanya mixer, aku pengen juga punya mesin jahit *maruk ya? Kwkwkw demi totalitas gpp kan ya xixixii....=huush enggak boleh maruk apapun alasannya. Yang benar adalah membeli sesuai kebutuhan, sesuai kemanfaatanya, dan ada tujuan baiknya, begitu... OH ya ya siap...oke oke = (edited by heart ^_^). Okeh kenapa perlu mesi jahit? Menurutku mesin jahit itu juga perabot rumah tangga yang penting, menurut aku loh :D. Bisa buat permak baju, celana, benerin yang sobek – sobek. Trus bisa bikin korden sendiri, bikin sprei, bikin taplak, bikin baju, kerudung.. wah syukur – syukur hasil jahitan bisa dijual nantinya *otak bisnis mulai jalan ahahaha... lumayan kan buat nambah uang jajan. Eh gak ding, buat uang jajan mah kebanyakan, lumayan buat ditabung xixixi.

Nah masalahnya adalah, kalau langsung beli mixer dan mesin jahit kan krasa tuh pengeluaranya, belum kebutuhan lain yang perlu dibeli juga. Apalagi yang kerja satu orang. Jadi itu artinya 1 barang harus masuk daftar tunggu, bersama dengan barang – barang lainnya yang juga nugguin untuk dibeli ^_^. Setelah bermusyawarah dengan anggota keluarga yang berjumlah 3 orang, termasuk aku *lebay :D akhirnya diputuskan mesin jahit dulu yang dibeli. Pertimbangannya adalah bisa dipake berdua, kalau mixer yang make cuman aku doang ^_^, dan tanpa mixer kan masih bisa bikin adonan kue pakai blender. Nah kalau tanpa mesin jahit kan gak bisa menjahit dengan blender Plak! Ya iyalah, gak perlu dijelasin keleus -_-” Ya..ya okelah hahah gitu aja sewot :D :D

Singkat cerita, belilah mesin jahit di salah satu toko onlen. Ohya terus terang aku suka pusing kalau harus hunting barang secara offlen. Jadi memilih beli secara onlen, tentunya di toko yang terpercaya ya. Salah satu toko tempat kami belanja onlen adalah blibli.com. Oke barang pesanan udah diproses ama suami, dan tinggal duduk manis menunggu barang datang. Udah bayangin mau bikin beberapa kreasi dengan mesin jahit. Emang udah bisa jahit? Yaaa belum sih hahahah... tapi kan bisa sambil belajar. Apalagi mesin jahit sekarang udah lebih memudahkan daripada mesin jahit model lama. Nah lagi asiknya berkhayal, tiba – tiba dapat kabar dari suami kalau orderannya dicancel!. What?!! *expresi kaget dengan mata melotot, mulut mengaga lalu dizoom berkali-kali ala ala adegan sinetron.. wkwkwk canda doang ih... 

Mesin jahit nya. sumber foto: Google

Ternyata asal muasal dicancel adalah karena stok kosong. Lah kok bisa? Padahal pas order itu stok masih ada. Hmmm lemas sudah, mana udah dibayar. Eeeh... tapi gak jadi lemas ding :D karena udah langsung dikabarin oleh CS blibli.com bahwa dana yang sudah dibayarkan akan direfund utuh dan atas ketidaknyamanan cancel order, pihak blibli.com memberikan voucher permintaan maaf sebesar Rp. 100.000. Voucher bisa digunakan untuk berbelanja dengan minimal belanja Rp. 110.000,-. Lega dan gak jadi lemes kan, dapat kabar gembira itu. Akhirnya voucher itu dipakai untuk membeli MIXER! yeayyyy, alhamdulillaaah kebeli juga akhirnya mixer :D. Pilihan kami jatuh pada mixer TRISONIC type T1505 . kok gak beli merk lain? Iya enggak, soalnya menyesuaikan dengan nominal vouchernya dan kantong hahah. Voucher Rp. 100.000,- harga MIXER Rp. 118.000,- jadi kami hanya perlu transfer Rp. 18.000 saja untuk bisa menebus mixer tersebut :D :D lumayan kan, daripada lumanyun xxixxiix.... lah kan bayar ongkos kirim juga? Ohya belanja di blibli.com untuk barang-barang kategori “ringan” gak perlu bayar ongkos kirim kok, alias FREEE alias GRATIS ongkos kirimnya ahayyyy.. jadi beneran kami beli mixer itu hanya dengan membayar Rp. 18.000 saja ^_^ …. dan setelah dana order yang dicancel sudah direfund (sementara ini masih menunggu refund nya) , rencananya akan dibelikan mesin jahit yang masih tersedia stoknya. Itu artinya dengan sejumlah uang yang sama, yang awalnya hanya untuk beli mesin jahit saja, jadi bisa kebeli juga mixernya cuman dengan bayar 18K saja ….xixixix...bersyukur banget kan ada cancel order, karena bisa dapat voucher belanja... “...nikmat mana yang engkau dustakan..” ..selalu saja ada hikmah dibalik peristiwa. *ketip ketip mandja .. :D

Mixer Tristonic T1505. 
Sumber Foto : Google, belum sempet fotoin mixernya ^_^

WARNING : Tidak sepatutnya menjadikan cancel order sebagai TRIK untuk mendapatkan voucher belanja. Gak boleh yaaa ^_^.


Sudah lama enggak menulis. Tiba-tiba harus menulis demi meramaikan program “konsisten menulis” :D bersama teman – teman BBB (Belajar Bareng Bareng). Jadi harap maklum perdana menulis masih belepotan dan angkat issue seadanya :D. Silahkan sumbang komen, saran, atau sumbang mesin jahit juga boleeeeh hahahhahha....