Petualangan Bersama MIXER TRISONIC T1505
Akhirnya
bisa megang laptop lagi, ngetik lagi setelah beberapa hari ini energi
difokuskan dulu mengatasi si kecil yang mendadak suka tantrum dan
ternyata berbarengan dengan masuk fase egosentris. Nanti akan saya
post tersendiri bahasan tentang tantrum dan egosentris. Untuk kali
ini yang mau saya share bahasan yang ringan – ringan saja dulu
sembari merilekskan ketegangan beberapa hari ini hehehe.
Di
postingan kali ini saya akan me-review mixer 18K yang saya dapatkan
secara meggembirakan :)) Postingan tentang Mixer 18K bisa dibaca di
halaman sebelumnya :).
Setelah
Mixer TRISONIC T1505 ini mendarat dengan selamat di rumah, langsung
deh dilakukan uji coba apakah mixer beneran berfungsi atau tidak.
Karena dilihat sekilas rada was was dengan kekokohan mixer ini. Pas
diraba bagian dudukannya ini bahannya seperti plastik mainan dan
ringan banget. Sudah ngebayangin gimana kalau pas digunakan,
dudukannya bisa geser-geser sendiri, kan serem ya. Ditambah tulisan
pada kemasannya ada yang typo, jadi sempat terlintas ini beneran bisa
digunakan atau tidak. Kalau untuk Mixer nya sendiri bahan luarnya
lumayan sih, bahanya beneran dan bukan seperti plastik mainan xixix
belepotan bahasanya. Mangkoknya juga lumayan tebel. Nah untuk
menjawab rasa penasaran saya terhadap mixer ini maka saya coba
nyalakan terleih dahulu, apakah mesin ini nyala atau tidak. Dan
Alhamdulillah nyala. Jadi sedikit mereda kekuatiran saya. Lalu
dilakukan uji coba dengan membuat kue. Untuk melihat apakah mixer ini
bisa bekerja sesuai fugsinya atau tidak. Uji cobanya kali ini adalah
membuat brownies kukus ketan hitam. Dan karena masih uji coba jadi
saya beli tepung yang instan saja merk Pondan. Jadi gak perlu repot
menakar secara belum punya timbangan xixixi dan keuntungannya adalah
dengan tepung instan maka tidak ada bahan yang tersisa hehehe, dan
tentu saja lebih hemat.
Baru
pertama ini bikin kue menggunakan mixer, jadi benar – benar
bingung. Paling bingung sewaktu akan menegakan dudukannya. Nyari
tombolnya gak ketemu – ketemu, baca buku manualnya juga makin
bingung kwkwk.. antara takut mau menekan sama takut kalau - kalau
salah tekan malah jadi patah. Setelah cukup berkeringat mencari –
cari akhirnya ketemu juga cara untuk menegakkan dudukannya. Ternyata
caranya enggak serumit nyari jodoh hahha... *piss mblo :D
Mixer
sudah terpasang, dudukan sudah tegak, tinggal memasang kait
pengaduknya dan tinggal dimasukan ke dalam lobang bawah mixer sampai
terdengar bunyi “klek” berarti kait pengaduk sudah berhasil
terpasang. Here we go... siap membuat brownies!! :D :D
Pertama-tama
masukan telur lalu nyalakan mixer di level 1 atau lambat lalu secara
bertahap saya naikan ke level 5. Mixer TRISONIC ini ada 5 level
kecepatan yang masing – masing digunakan sesuai dengan bahan yang
akan dimix. Seperti yang tertulis pada buku manual nya, kegunaan tiap
level adalah sebagai berikut :
Level
1 / Lambat : Untuk kombinasi cairan, kelipatan dalam bahan – bahan
kering; Putih telur dan susu kental; Campuran adonan.
Level
2 / Rendah : Untuk mengolah saus, kuah puding
Level
3 / Sedang : Untuk mengolah campuran adonan
Level
4 / Biasa : Untuk adona kental dan gula, membuat campuran biskuit,
campuran bolu dan lapisan gula
Level
5/ Tertinggi : Untuk campuran halus, kental; pengocok telur (putih,
keseluruhan dan menghancurkan kentang)
saya
memang agak bingung dengan keterangan yang tertulis di buku
manualnya, karena bahasanya kurang bisa saya pahami atau mungkin
karena saya yang awam dalam dunia permixeran xixixi.. jadi kalau ada
yang senasib dengan saya, bingung memahami keterangannya, jangan
tanyakan kepada saya ya tapi cukup pahami dengan pemahaman masing –
masing xixixi..
Oke
lanjut membuat browniesnya ya, setelah telur tercampur kemudian saya
masukan tepung instan browies ketan hitam, premiks, dan santan. Lalu
nyalakan lagi mixer secara bertahap dari level 1 ke posisi level 5
selama waktu yang tertera dalam petunjuk resep. Selama mixer
beroperasi ini saya jagain sesekali saya pegangin, karena saya takut
dudukan bergeser dan mixer jatuh ^_^ ini hanya ketakutan saya
kayaknya ixixix... Jagain mixer sama menegangkannya dengan jagain
hati kamu, iya kamu..eaaa xixixi... #jangan baper mblo ^_^
Oke
adonan sudah jadi, turunkan kecepatan secara bertahap hingga posisi
level 0 atau off. Demi keamanan, matikan arus listriknya dulu baru
tekan tombol untuk melepaskan kait pengaduknya. Bersihka kait
pengaduk lalu tuang adonan ke dalam loyang. Saya menggunakan loyang
yang berlapis alumunium foil. Setelah adonan tertuang semua, kukus
adonan sampai matang. 1 bungkus tepung instan brownies kukus ketan
hitam ini jadi 3 loyang dengan ukuran seperti pada gambar.(Gak ngukur
soalnya, sedangkan loyangnya udah saya buang ^_^).
Setelah
beberapa saat mengukus, saya buka tutup panci kukusan, dan taraaaa !!
emeijing... browniesnya jadi loh.. keren deh ahhaha *muji
diri sendiri saking girangnya uji coba berhasil xixiix .. Pas
dicobain hmmmm manisnya pas dan lembutnya seperti kasih ibu *lebay
kumat kwkkwkw . Meski menggunakan tepung instan tapi jika pada saat
menambahkan bahan tambahan tidak pas maka bisa mengacaukan hasilnya.
Atau jika proses mix nya tidak sesuai juga bisa membuat hasil
berantakan. Jadi membuat kue ini beda dengan memasak. Kalau memasak,
saya bisa memberi bumbu sesuai selera dan sesuai “feeling”
biasanya. Tapi kalau membuat kue ini saya harus tunduk dengan
instruksi resep supaya hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Dan
Mixer TRISONIC T1505 ini sangat membantu saya yang masih awam ini,
bisa membuat kue sendiri. Meski harga ekonomis, dan penampakan yang
agak bikin was - was tapi hasil mix nya tetap manis loh. Soal
keawetan bagaimana? Kalau keawetan saya rasa tergantung dari
pemakaian masing – masing ya. Karena tiap produk di desain sesuai
dengan tujuannya. Untuk mixer TRISONIC T1505 kalau untuk
pemakaian ringan dan untuk keperluan rumah tangga atau untuk pemula,
sudah sangat membantu. Harga Mixer ini di pasaran variatif berkisar di angka 118ribuan, 119ribuan atau lebih tapi setahu saya enggak jauh jauh banget dengan angka tersebut.
Ohya
uji coba berikutnya saya gunakan mixer ini untuk membuat bolu kukus,
dan karena saya juga masih pemula bikin kue jadi saya tetap beli
tepung instan lagi xixiix. Untuk bolu kukus saya gunakan tepung
instan merk Chesa. Dan hasilnya pun menggembiarakan, jadi 22 cup bolu
kukus, sampai dibagi ke tetangga :). Selang 1 minggu saya gunakan
mixer ini untuk membuat ice cream. Saya gunakan bubuk ice cream siap
pakai merk Pondan. Nah pada saat uji coba ice cream ini saya juga was
was, karena disitu tertulis bahan dimix dengan kecepatan tinggi
selama 5-10 menit. Waduh lumayan lama ya 10 menit non stop, takut
mixernya kenapa-kenapa. Tapi Alhamdulillah mixer tetap tampil prima
meski bekerja selama 10 menit di kecepatan tinggi. Jadi karena sudah
ada mixer, sekarang tinggal memperdalam ilmu membuat kue – kue
sederhana untuk camilan di rumah, dan dibagi dengan tetangga.. mau
dibagi kue juga? Jadi tetangga saya yuk.. xixiixx
Penampakan saat masih terbungkus rapi
foto, doc. pribadi
Saat sudah dibuka. Cakep kan setelah Mixer nangkring di dudukannya heheh...
ohya ada tulisan yang robek di pegangannya, awalnya
mikir apa barang rijek? Tapi Mixer tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi kembali mikir positif saja, mungkin itu gak sengaja kesobek hehe.
Kelengkapan Mixer ada 2 pengocok, 2 kait adukan dan 1 solet plastik
Performa Mixer Trisonic T1505
Taraaaa.... hmmm... mau mau mau??? hehehe foto ice creamnya ketinggalan di hape, enggak ke copy hehe